Selasa, Agustus 26, 2008

H a n c u r


Penyot, hancur, jadi tontonan di desa Mojorejo- Rejang Lebong. Hancur akibat tawuran sesama kenderaam.
Hati-hati ya.

Senin, Agustus 25, 2008

Maen Ke Sungai Musi












Sungai Musi, salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Airnya berasal dari beberapa propinsi, antara lain Bengkulu, Sumsel dan sebagian Lampung. Ulu nya Musi antara lain di Curup, 450 km dari Palembang. Bermain di Musi, menyenangkan.

Sabtu, Agustus 23, 2008

Batu Menangis




Batu menagis, demikianlah namanya. Mungkin diberi nama begitu, karena ia menangis melihat kebodohon manusia yang meyembahnya

Silat Rejang Empat Petulai














29 Juli 2008 dilaksanakan Belagea Agung di Lapangan Setia Negara Curup, sekaligus peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW.Pada acara ini dilakukan beberapa aktraksi antara lai kemahiran berpedang, aktraksi tahan api, tahan air keras (cuka para), dan sebagainya.Silat adalah salah olahraga beladiri asli suku Rejang pada khususnya, Nusantara pada umumnya.

Jumat, Agustus 08, 2008

Jalan Baru Talang Benih Dwi Tunggal











Jalan yang panjangnya tak sampai 1 km ini masih jalan batu, amat berguna buat memperlancar jalan antara Talang Benih Dwi Tunggal, Dusun Sawah.

Senin, April 16, 2007

Idul Adha 50 Tahun Yang Lalu Di Kesambe Baru


Di Kesambe baru, mejeng ketika Idul Adha. Kini, di antara mereka sudah dimakamkan di pekuburan sambe, ada yang masih bercokol di sambe, Palembang dan lain-lain.

Suban Air Panas


Air terjun Suban Air Panas. Manis...apalagi kalau dikelola dengan baik

Kamis, Agustus 10, 2006

BUKIT KABA TERBAKAR

Bukit Kaba Dilalap Si Jago Merah

Kawasan hutan Wisata Alam Bukit Kaba seluas 4-5 hektar di Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu terbakar. Kini api sudah berhasil dipadamkan.
" Kebakaran terjadi sejak Senin (7/8). Api berhasil dipadamkan Rabu (9/8) pukul 06.00," kaka Kepala Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Agung Setyabudi.
Kawasan konservasi hutan wisata alam yang habis dilalap si jago merah berada di puncak Bukit Kaba. Sehinggah petugas BKSDA kesulitan mengendalikan kobaran api tersebut.
Berkat kerja keras tim yang beranggotakan 20 personel BKSDA akhirnya api tersebut berhasil dipadamkan.
"Kita mengerahkan semua peralatan yang ada yakni empat unit pompa, dua kenderaaan pemadam kebakaran dan satu untit kenderaan operasional," kata Agung.
Ia memastikan api telah padam seluruhnya. Sedangkan berdasarkan hasil penyisiran tidak ditemukan ada bara yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
Untuk menjaga agar musibah itu tidak berulang, ia menandaskan, BKSDA menempatkan beberapa personel untuk mengawasi lokasi kebakaran. Diduga kebakaran akibat faktor alam seperti gesekan kayu kering. Tapi juga tidak menutup kemungkinan akibat ulah manusia yang tidak sengaja membuang api seperti puntung rokok.
Di lokasi kebakaran banyak ilalang kering yang sangat mudah terbakar. Jika ada sumber api sedikit, maka akan menyulut kebakaran hutan.
"Areal yang terbakar banyak ditumbuhi ilalang dan pohon pandan. Tidak ada pohon besar yang menjadi korban kobaran api," ujarnya.
Ia membantah keterangan Plt Sekretaris Propinsi (sekprop) Bengkulu Fauzan Rahim yang menyatakan areal kebakaran mencapai 25 hektare.
" Itu tidak benar.Yang betul 4-5 hektare. Pak Sekprop tidak konfirmasi dulu dengan saya. Saya baru pulang dari lapangan memimpin langsung pemadaman itu," katanya.

Sumber: Berita Pagi-Palembang, Kamis 10 AGUSTUS 2006

Rabu, Juli 19, 2006

Batik Ka Ga Nga

Batik merupakan salah satu tenunan khas Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki motif khas masing-masing.
Di Propinsi Bengkulu, motif khas yang dikenal yaitu motif batik besurek, dimana khas batik ini adalah motif dengan tulisan huruf Arab, tapi tidak berisi kandungan Qur' an.
Sementara di kabupaten Rejang Lebong terdapat motif khas yaitu batik Ka Ga Nga, yaitu motif dengan tulisan asli Rejang Lebong yaitu huruf Ka Ga Nga.

Senin, Mei 01, 2006

Panti Asuhan Anak Saleh Curup



Panti Asuhan ini terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang. Terletak 11 km dari kota Curup. Panti asuhan ini menampung 45 orang anak. Merupakan binaan dari DPD Hidayatullah Kabupaten Rejang Lebong.
Komplek panti asuhan ini berada di sekitar perkebunan rakyat. Terdiri dari gubuk-gubuk yang amat sederhana, bahkan jauh dari kesan sederhana, maklum saja dulunya merupakan bekas kandang ayam yang lama tak terurus, yang kemudian dibeli oleh seorang yang mewakafkan kepada yayasan panti asuhan. Tidak ada listrik, tidak ada air PAM. Sehingga anak-anak kesulitan untuk mandi dan belajar di malam hari.
Bangunan permanen yang pertama yang sedang dibagun adalah asrama anak-anak yang dimaksudkan agar anak-anak lebih nyaman tinggal di sini. Baru-baru ini Bupati Rejang Lebong, Suherman berkunjung ke panti asuhan in. Beliau meletakkan batu pertama pembangunan panti asuhan ini.
Anak-anak yang ditampung di panti asuhan ini, bersekolah desa di sekitar panti. Untuk yang sekolah di SMP,bersekolah di SMP Selupu Rejang di Desa Samberejo.
Anak-anak tak bersandal, tidur tak berkasur empuk, kadang-kadang sehari tak mandi karena kehabisan air, malam hanya diterangi lampu templok, mau ke sekolah paling tidak berjalan kaki 3 km dari panti. Diharapkan kepada masyarakat, khususnya warga Rejang Lebong yang berada di RejangLebong maupun berdomisili di luar Rejang Lebong

Kamis, Januari 19, 2006

Air Meles



Air meles, sebuah desa di Kecamatan Selupu Rejang. Nun di kaki Bukit Kaba. Dari Air Meles kita dapat melihat keindahan kota Curup. Di desa ini terdapat pondok pesantren, mungkin satu-satunya pondok pesantren di kabupaten Rejang Lebong. Penduduk air meles hidup dari bertani. Banyak ditemukan industri kecil yaitu pembuatan gula aren.

Rabu, Januari 11, 2006

Penggilingan Padi Hemat Energi


Penggilingan padi yang menggunakan tenaga air ini masih dapat kita jumpai, salah satunya terdapat di Pasar Tengah Curup. Dengan menggunakan sumber air anak sungai Musi ini, untuk menggerakkan kincir air, dapat menghemat pengunaan bahan bakar solar yang biasanya digunakan pada mesin penggilingan padi moderen.
Penggilingan padi ini, sebenarnya bukan hanya dapat menggiling padi, tapi juga dapat membuat tepung beras, tepung beras ketan dan lain-lain.
Penggunaan penggilingan padi yang menggunakan air sungai ini sebagai alternatif dalampenghematan BBM yang semakin mahal.

Musim Duren


Akhir tahun 2005, waktum dimana duren di wilayah Padang Ulak Tanding, Kota Padang sedang banyak berbuah dan tentunya masak. Murah meriah, dengan uang 3000-7000 rupiah kita dapat mencicipi duren dari wilayah Rejang Lebong ini. Di awal tahun 2006 ini, jumlah duren agak berkurang. Bila teman-teman mudik kala ini, masih dapat kita makan duren di sini.

Jumat, Desember 30, 2005

Suban Air Panas






Suban Air PanasTerdapat beberapa sumber air panas alam di kabupaten Rejang Lebong antara lain di Suban Air Panas, Sindang Jati dan jalan menuju puncak bukit Kaba.Suban air panas terletak di Curup, kira-kira 6 km dari pusat kota.Kita dapat mebawa mobil sendiri ke tempat ini atau dengan naik kenderaan umum yang tersedia. Di Suban air panas kita dapat mandi air panas yang tersedia di kolam renang, di kolam renang lama, atau di kamar-kamar mandi yang ada. Atau kita dapat mandi air dingin alam yang ada di sini. Dimana air dingin langsung dari sungai yang jernih.Di Suban Air Panas ini juga terdapat 2 buah air terjun yang tingginya 50 m dan 15 m.Selain itu juga terdapat peninggalan/ situs/cagar budaya, yang disebut batu menangis, dimana batu ini peninggalan zaman prasejarah yang merupakan batu tempat persembahan. Ada dua lokasi yang berjarak 100 meter. Batu ini sering didatangi oleh orang-orang yang memohon pertolongan kepada batu yang tak berdaya ini.Disekitar lokasi ini terdapat kebun-kebun penduduk, terutama kebun-kebun kopi, dan juga tanaman aren yang dibuat penduduk sini sebagai bahan baku gula merah.

Rabu, Desember 28, 2005

Air Terjun Suban Air Panas




Air terjun Suban Air Panas merupakan salah satu dari beberapa air terjun yang terdapat di kawasan Suban Air Panas, satu terdapat di dekat jembatan di jalan masuk ke Suban Air Panas, dan satunya lagi di atas lokasi pemandian air Suban Air Panas. Air terjun yang terletak di dekat jembatan tingginya kira-kira 75 meter. Terletak di kawasan Cagar Alam Cawang. Lokasi ini dijadikan sebagai Cagar Alam, karena konon kabarnya di kawasan ini sering bunga raflesia tumbuh dan mekar. Dulu terdapat tulisan yang menerangkan keberadan kawasan cagar alam di kawasan ini, sekarang tulisan tersebut tidak terdapat lagi, apakah masih dijadikan kawasan cagar alam? Gambar yang air terjun ini adalah gambar air terjun pada tahun 1985, tak kala penulis turun mengunjungi air terjun ini.

Curup Ibukota Propinsi Sumatera Selatan






Mungkin Curup sekarang sudah ramai sekali, menjadi kota metropolis seperti Palembang apabila Curup dipertahankan tetap menjadi ibukota propinsi Sumatera Selatan di tahun 1949.
Foto sidang pertama DPRD propinsi Sumatera Selatan terpajang di Monpera, Monumen Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan. Monumen ini terletak di Palembang, tepatnya di jalan Merdeka, depan masjid Agung Palembang. Di monumen ini terdapat beberapa foto zaman pergolakan perjuangan kemerdekaan di Rejang Lebong.
Sidang inidilakukan di Gedung Nasional, penulis sendiri tidak mengetahui, dimanakah gedung ini sekarang berada. Di Monpera terdapat juga uang, yang di cetak di Curup, tertanggal 17-1-1949, dan ditandatangan gubernur Sumatera Selatan. Tak diketahui dimana lokasi percetakan uang ini (di Bank Mego tak mungkin)

Melihat Persiapan Pemkab RL Manggung di TMII

Melihat Persiapan Pemkab RL Manggung di TMII
Berharap Ada Investor ke RL
Pemkab Rejang Lebong dipercayakan Pemerintah Propinsi Bengkulu mewakili Propinsi Bengkulu tampil pada " Pekan Desember di TMII Jakarta" 30 Desember-1 Januari 2005. Kegiatan berupa Pagelaran Seni Budaya Pameran Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. Temanya " Demalem nak Taneak Jang" artinya semalam di Tanah Rejang" dengan maskot "Kejei". Bagaimana dengan persiapan itu? Apa saja target yang akan dicapai? Berikut laporan.
Ishak Juarsa, Curup.
Karena kegiatan ini membawa nama Propinsi Bengkulu tentunya kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Pada kesempatan tampil nanti Pemkab RL melalui sanggar Bumei Pat Petulai akan menampilkan tari-tari berupa tari dumundang beneak, mai saweak, kain, tekukung, keris. " Kesempatan itu juga menampilkan produk-produk unggulan Kabupaten Rejang Lebong serta promosi seni budaya Kabupaten Rejang Lebong di mata nasional dan dunia," kata penata tari Bumei Pat Petulai Jumira Warlizasusi, S.Pd kepada RB kemarin.
Agar penampilan para penari ini tidak mengecewakan saat ini para penari ini ditingkatkan latihan menari setiap hari yakni dari pukul 15.00-17.30 WIB di gedung Balai Pertemuan Curup. Pemkab RL akan mengirim rombongan sebanyak 105 orang dari unsur BMA, penari, pemusik dari tiap-tiap kecamatan di RL, penata tari dari sanggar Bumei Pat Petulai dan Pejabat Pemkab RL. Para penari yang kita bawa itu dari pelajar, eks mahasiswa dan anggota sanggar Bumei Pat Petulai. Nanti juga akan ditampilakn lagu-lagu daerah Rejang, " kata Jumira Warlizasusi.
Kesempatan tampil malam tanggal 30 Desember dan malam 1 Januari 2006 itu akan dihadiri langsung Gubernur Agusrin M. Najamuddin, ST. " Gubernur mengundang bupati dan walikota se Bengkulu hadir di TMII, " demikian Jumira Warlizasusi.
Rakyat Bengkulu, Kamis 22 Desember 2005

Terminal Simpang Nangka



Terminal Simpang Nangka
Terminal Simpang Nangko, demikianlah orang Curup menyebutnya. 7 km dari pusat kota Curup ke arah Lb.Linggau. Terminal yang sepi sunyi dan senyap ini merupakan terminal persinggahan yang wajib bagi mobil antar propinsi, angdes dan mobil Curup Lubuk Linggau.
Pemda Rejang Lebong prihatin dengan kesunyian terminal ini, beberapa usaha dilakukan untuk menarik minat pedagang agar menempati lapak-lapak, kios di lokasi ini, tapi siapa yang mau berusaha di sini.
Problem sepinya terminal ini sebenarnya bukan hanya monopoli terminal Simpang Nangka, tapi juga banyak terminal lain di kabupaten Rejang Lebong yaitu terminal Tabarena, terminal Padang Ulak Tanding, juga terminal lain di propinsi Bengkulu seperti terminal Air Sebakul.

Senin, Desember 26, 2005

Pembangkit Listrik Mini Hidro Kepala Curup Berfungsi lagi

Sejak bulan Desember 2005, masyarakat Kepala Curup ikut bergembira, dengan berfungsinya kembali pembangkit listrik minihidro Kepala Curup. Dengan 2 buah generator yang ada, satu berkekuatan 1 MW dan yang satu lagi 0,5 MW. Kecil kekuatannya dibandingkan PLTA Tes, apalagi dengan PLTA Musi, tatapi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada maka akan menghemat BBM. Pembangkit listrik ini sempat rusak hampir lima tahun. Pembangkit listrik ini dikelolah oleh PLN.

Rabu, Desember 21, 2005

Air Terjun Kepala Curup





Air Terjun Kepala Curup

Tiga puluh kilometer dari Curup, perjalanan yang kita tempuh bila kita ingin melakukan perjalanan ke air terjun ini. Letaknya di Desa Kepala Curup Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong. Dengan berjalan kaki kira-kira 300 meter dari jalan raya kita dapat menikmati pemandangan indah air terjun ini. Ketinggian air terjun ini 100 meter, di belakang air terjun terdapat gua.
Air terjun ini digunakan oleh PLN untuk pembangkit listrik mini hidro, yang dapat mensuplai kebutuhan listrik bagi penduduk Kecamatan Padang Ulak Tanding, Sindang Kelingi, dan Kota Padang. Sayangnya pembangkit listrik ini tidak lagi berfungsi dikarenakan kerusakan generatornya. Kerusakan ini telah terjadi lebih dari 5 tahun. Gubernur Bengkulu H. Hasan Zen, 4 tahun silam pernah berkunjung melihat air terjun dan pembangkit listrik ini. Kala itu Hasan Zen, sempat marah melihat kerusakan pembangkit listrik ini yang belum juga diperbaiki oleh PLN. Konon kabarnya Pemda Propinsi Bengkulu juga mendapat pendapatan daerah bila pembangkit listrik ini beroperasi. Menurut imformasi pernah didatangkan alat untuk memperbaiki generator ini tapi tidak dapat dipakai, entah apa sebabnya. Lima tahun sudah, gubernur telah berganti ke Agusrin, pembangkit listrik ini tetap merana diantara keindahan alam air terjun Kepala Curup. Siapa peduli...

Kawan-kawan


Apakah Kota Curup layak mendapat Piala Adipura?

Emperan Jalan Merdeka Curup

Emperan Jalan Merdeka Curup
Jalan Merdeka adalah jalan utama kota Curup. Berbagai kegiatan dapat kita lihat di jalan ini

Pematang Danau

Pematang Danau
Daerah sekitar Danau Bastari

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong