Sabtu, Januari 17, 2009

Wisata Bukit Daun View

Bukit Daun View
Pemandangan yang indah di kaki Bukit Daun cukuplah mengesankan. Hijaunya hamparan daun teh yang memberikan pesona baru kawasan Bukit Daun menambah eksotiknya kawasan ini. Terletak di Kecamatan Bermani Ulu, tidak jauh dari Kampung Melayu (Ibukota Kecamatan). Jaraknya kira-kira 5 km dari Kampung Melayu dan sekitar 25 km dari Kota Curup. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin menikmati sejuknya udara pegunungan. Disekitar kawasan perkebunan teh kita akan menjumpai sentra produksi komoditas pertanian berupa sayur-sayuran yang dikelola oleh masyarakat.Panorama Bukit Daun menawarkan sejuta pesonanya, sangat potensial untuk kita kembangkan sebagai salah satu kawasan wisata yang dapat menyuguhkan berbagai keindahan dan kenyamanan dalam melepas lelah. Pembangunan pariwisata daerah Rejang Lebong juga cukuplah menjajikan bila kawasan Bukit Daun menjadi prioritas kedua setelah kawasan Selupu Rejang (Rudy).
Sumber : www.kampungmelayu-rudiono.blogspot.com

Pemandangan Bukit Daun

Bukit Daun dilihat dari desa Air Duku-Selupu Rejang

Bukit Daun dari Curup, indah dan mempesona.

Jumat, Januari 16, 2009

Situs Megalitikum Suku Rejang Di Curup




Seratus meter dari lokasi pertama terdapat satu buah lagi batu megalitikum, yang tampaknya tempat sesaji zaman dahulu. Batu ini, dulu dikenal dengan nama 'batu menangis', hal ini mungkin disebabkan kalau hujan batu ini dapat menampung air, dan terlihat mengalir tak kala hujan reda. (Sebelum batu ini dibuat pondokan)





Pada gambar di bawah (foto kelima), penulis tidak mengetahui dimana loksai batu tersebut. Batu seperti ini banyak terdapat di kuburan lama Kesambe Baru, tetapi dengan ukuran yang lebih pendek. Batu-batu ini digunakan sebagai nisan.


Pada dokumentasi yang dibuat oleh orang Belanda (Tropen Museum) tahun 1931 terdapat keterangan bahwa batu tersebut merupakan peninggalan Pasemah. Menurut kami, hal tersebut tidaklah benar, karena batu megalitikum ini terdapat di daerah dimana suku Rejang berada. Adalah hal yang aneh bila orang (suku Pasemah) yang tak ada di daerah tersebut dikatakan membuat batu tersebut. Berbeda dengan batu megalitikum di sekitar Pagar Alam dan sekitarnya, dimana memang terdapat orang-orang Pasemah yang berdomisili disekitarnya.
Sumber foto 1, 4, 5: Tropen museum

Kamis, Januari 15, 2009

Danau Tes Dulu dan Sekarang




Danau yang airnya berasal dari Sungai Ketahun, terletak di Lebong. Jaraknya dari Curup sekitar 45 km, 25 km dari Muara Aman. Air dari danau ini dimanfaatkan sebagai sumber air PLTA TES. Di danau ini kita dapat menikmati perahu khas danau ini, burung / flora danau dan sekitarnya.

Foto pertama dan kedua, adalah foto Danau Tes tahun 1926.

Selasa, Januari 13, 2009

Wanita Bengkulu Tahun 1870


'vrouw van benkoelen' tahun 1870, menggambarkan pakaian wanita Bengkulu tahun 1870. Sumber foto : KITLV

Bukit Kaba, Dulu dan Sekarang





Sejak zaman penjajahan Belanda, Bukit Kaba telah mempunyai daya tarik untuk dikunjungi. Gambar berikut adalah gambar Kaba tahun 1936 dan tahun 2008. Sumber foto: Sarwek 2008

Senin, Januari 12, 2009

Mohamad Ali, Kepala Desa di Sumatra

"Mohamad Ali, inheems hoofd op Sumatra" terjemahannya Mohamad Ali, kepala desa di Sumatra, dibuat sekitar tahun 1870. Sumber KITLV

Depati Cintomandi, Pesirah Bermani-Sumatra

Keterangan foto di atas adalah "Zadir, zoon van Dingoean Kaben Agoeng, op Sumatra" yang terjemahan bebasnya "Zadir, anak dari Dingun Keban Agung-Sumatra". Foto dibuat sekitar tahun 1865.
Gambar ini judulnya "Kipati Tjintomandi, pasirah van Bramanita op Sumatra" yang terjemahannya "Dipati Cintomandi, pesirah dari Bermani-Sumatra, diperkirakan dibuat sekitar tahun 1865. Sumber foto KITLV.

Minggu, Januari 11, 2009

Gambar Pesirah dan Kepala Desa Di Tanah Rejang Tahun 1865-1870


Di Tanah Rejang, Pesirah, Kepala desa (ginde) kadang diberi gelar Dipati/Depati. Berikut terdapat beberapa gambar dipati di Tanah Rejang tahun 1865-1870. Antara lain Depati Mariam asal Merigi tahun 1870. Sumber foto: KITLV

Ujan Mas Tahun 1846


Lukisan ini dibuat tahun 1846 dengan judul "Oedjong Maas Redjang Sumatra" yang menggambarkan ekspidisi KNIL di Sumatra. Lukisan ini koleksi dari 'Legermuseum, Delft'

Sabtu, Januari 10, 2009

Jemuran Kopi Jadi Tempat Bermain

Di musim panen kopi, halaman rumah jadi tempat menjemur kopi. Bermain di atas hamparan kopi cukup menyenangkan bagi anak-anak, tapi harus hati-hati, karena bisa tergelincir.

Ketika Mendung Di Rejang Lebong



Ketika hujan akan datang
Tampak desa Pelalo dan sekitarnya

Walaupun musim hujan, pemandangan di Pegunungan Rejang Lebong dapat kita dinikmati. Foto ini diambil di Kecamatan Sindang Kelingi Rejang Lebong.

Kamis, Januari 08, 2009

Rumah Enggano


Maket rumah Enggano ini terdapat di Museum Nasional Jakarta. Di sekitar maket, terdapat juga koleksi gambar rumah Enggano. (gambar atas)

Sedangkan gambar bawah, adalah balai pertemuan/rumah Enggano, yang terdapat di desa Meok, Kecamatan Enggano-bengkulu Utara. (Gambar bawah: Sumber: www.Kompas.com)

Keruntung


Masyarakat suku Rejang, memakai keruntung untuk tempat ikan yang didapat dari menjala ikan. Keruntung ini biasanya diletak/diikat dipinggang. Tapi kadang-kadang keruntung ini digunakan juga sebagai tempat bumbu dapur.( gambar di atas)

Sedangkan di kota Palembang, keruntung adalah semacam bakul/beronang, yang biasanya terbuat dari rotan, yang digunakan untuk mengangkat barang. Tukang keruntung ini banyak dijumpai di sekitar Pasar 16 ilir Palembang, seperti terlihat di gambar bawah. (Sumber foto: www.kotapalembang.blogpot.com)

Senin, Januari 05, 2009

Pedagang Bambu Keliling



Pedagang bambu keliling di Curup, biasanya menggunakan gerobak sapi untuk berjualan.

Mobil Antik


Mobil antik ini terdapat di Selupu Rejang, dipakai juga sekaligus buat ajang kampanye. Mobil ini merupakan Bis yang dipakai tahun 50-70 an.

Kamis, Desember 11, 2008

17 Agustus 1948 di Pasar Tengah Curup


Gambar ini koleksi Ahmad Yani. Gambar ini di Jalan Merdeka Curup. Di depan kantor Karya Putri cempaka.

Danau Tes Dalam Lukisan


Suasana Danau Tes dan sekitarnya. Tanpa kegiatan pengerjaian kayu tanpa mesin gesek. Tampak "bobot' yang sedang mengangkut barang

Kamis, Desember 04, 2008

Industri Senjata




Industri pembuatan pisau, pedang, sabit, sabit seperti dalam gambar terdapat di Kepahiang. Industri ini terdapat di seluruh wilayah propinsi dengan motif yang berbeda-beda. Dalam bahasa rejang terdapat pitat, krudus dan lain-lain. Krudus ini ini terdapat dalam lambang propinsi Bengkulu.

Rabu, Desember 03, 2008

Riwayat Jurukalang


Konon di Tanah Rejang di masa silam, terdapat beruk putih. Kehadiran beruk putih ini menyebabkan penyakit di Tanah Rejang. Menurut petunjuk, beruk yang berada di atas pohon akan mati dan pohon dapat ditebang dengan tumbal "tojoak semulen" Gadis-gadis Rejang tidaklah bodoh, biar jadi tumbal, tapi jangan mati. Maka berlindunglah mereka di lubang-lubang yang disediahkan. Ngeri juga mereka, tapi demi kepentingan orang banyak, dengan dag dig dug mereka menunggu pohon rubuh. "tojoak Semulen" akhirnya selamat dan rakyat jadi terlindung dari wabah.

Kisah ini mengilhami pelukis yang kalau tak salah bernama "Nur Ismail" dari Samberejo-Selupu Rejang. Lukisan ini milik A.Rivai Muhibat yang tinggal di Jakarta.

Kawan-kawan


Apakah Kota Curup layak mendapat Piala Adipura?

Emperan Jalan Merdeka Curup

Emperan Jalan Merdeka Curup
Jalan Merdeka adalah jalan utama kota Curup. Berbagai kegiatan dapat kita lihat di jalan ini

Pematang Danau

Pematang Danau
Daerah sekitar Danau Bastari

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong