Jumat, November 07, 2008
Senin, Oktober 27, 2008
Sabtu, Oktober 25, 2008
Pertokoan Zaman Dulu
Jumat, Oktober 24, 2008
Sawah Rimbo Recap Makin Menhilang
Jumat, Oktober 10, 2008
Taman Wisata Diobagite
Taman wisata ini terletak 4 km dari pusat kota Curup. Tempat wisata yang cukup representatif ini, memiliki beberapa sarana antara lain kolam pemancingan, kolam renang, kolam air panas, mandi uap, dan memiliki koleksi binatang antara lain beruang, gajah, berbagai jenis burung, kuda, kera, monyet kura-kura, biawak, dan lain sebaginya. Juga terdapat sarana bermain anak-anak, motor anak, dan lain-lain.
Rabu, Oktober 08, 2008
Pepaya Rasa Mayat
Di pekuburan Talang Rimbo kota Curup, banyak ditanam papaya. Yang dalam bahasa Rejang disebut gedang. Di pekuburan ini ditanam ribuan batang papaya, dimana oleh pengelolah kuburan papaya dijual untuk biaya pemeliharaan kuburan.
Penulis sendiri belum pernah merasakan papaya kuburan ini, mungkin lebih gurih dari papaya biasa. Kalau ingin mencicipi, silahkan datang sendiri ke kota Curup.
Penulis sendiri belum pernah merasakan papaya kuburan ini, mungkin lebih gurih dari papaya biasa. Kalau ingin mencicipi, silahkan datang sendiri ke kota Curup.
Selasa, Agustus 26, 2008
H a n c u r
Senin, Agustus 25, 2008
Sabtu, Agustus 23, 2008
Silat Rejang Empat Petulai







29 Juli 2008 dilaksanakan Belagea Agung di Lapangan Setia Negara Curup, sekaligus peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW.Pada acara ini dilakukan beberapa aktraksi antara lai kemahiran berpedang, aktraksi tahan api, tahan air keras (cuka para), dan sebagainya.Silat adalah salah olahraga beladiri asli suku Rejang pada khususnya, Nusantara pada umumnya.
Jumat, Agustus 08, 2008
Senin, April 16, 2007
Idul Adha 50 Tahun Yang Lalu Di Kesambe Baru
Kamis, Agustus 10, 2006
BUKIT KABA TERBAKAR
Bukit Kaba Dilalap Si Jago Merah
Kawasan hutan Wisata Alam Bukit Kaba seluas 4-5 hektar di Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu terbakar. Kini api sudah berhasil dipadamkan.
" Kebakaran terjadi sejak Senin (7/8). Api berhasil dipadamkan Rabu (9/8) pukul 06.00," kaka Kepala Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Agung Setyabudi.
Kawasan konservasi hutan wisata alam yang habis dilalap si jago merah berada di puncak Bukit Kaba. Sehinggah petugas BKSDA kesulitan mengendalikan kobaran api tersebut.
Berkat kerja keras tim yang beranggotakan 20 personel BKSDA akhirnya api tersebut berhasil dipadamkan.
"Kita mengerahkan semua peralatan yang ada yakni empat unit pompa, dua kenderaaan pemadam kebakaran dan satu untit kenderaan operasional," kata Agung.
Ia memastikan api telah padam seluruhnya. Sedangkan berdasarkan hasil penyisiran tidak ditemukan ada bara yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
Untuk menjaga agar musibah itu tidak berulang, ia menandaskan, BKSDA menempatkan beberapa personel untuk mengawasi lokasi kebakaran. Diduga kebakaran akibat faktor alam seperti gesekan kayu kering. Tapi juga tidak menutup kemungkinan akibat ulah manusia yang tidak sengaja membuang api seperti puntung rokok.
Di lokasi kebakaran banyak ilalang kering yang sangat mudah terbakar. Jika ada sumber api sedikit, maka akan menyulut kebakaran hutan.
"Areal yang terbakar banyak ditumbuhi ilalang dan pohon pandan. Tidak ada pohon besar yang menjadi korban kobaran api," ujarnya.
Ia membantah keterangan Plt Sekretaris Propinsi (sekprop) Bengkulu Fauzan Rahim yang menyatakan areal kebakaran mencapai 25 hektare.
" Itu tidak benar.Yang betul 4-5 hektare. Pak Sekprop tidak konfirmasi dulu dengan saya. Saya baru pulang dari lapangan memimpin langsung pemadaman itu," katanya.
Sumber: Berita Pagi-Palembang, Kamis 10 AGUSTUS 2006
Kawasan hutan Wisata Alam Bukit Kaba seluas 4-5 hektar di Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu terbakar. Kini api sudah berhasil dipadamkan.
" Kebakaran terjadi sejak Senin (7/8). Api berhasil dipadamkan Rabu (9/8) pukul 06.00," kaka Kepala Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Agung Setyabudi.
Kawasan konservasi hutan wisata alam yang habis dilalap si jago merah berada di puncak Bukit Kaba. Sehinggah petugas BKSDA kesulitan mengendalikan kobaran api tersebut.
Berkat kerja keras tim yang beranggotakan 20 personel BKSDA akhirnya api tersebut berhasil dipadamkan.
"Kita mengerahkan semua peralatan yang ada yakni empat unit pompa, dua kenderaaan pemadam kebakaran dan satu untit kenderaan operasional," kata Agung.
Ia memastikan api telah padam seluruhnya. Sedangkan berdasarkan hasil penyisiran tidak ditemukan ada bara yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
Untuk menjaga agar musibah itu tidak berulang, ia menandaskan, BKSDA menempatkan beberapa personel untuk mengawasi lokasi kebakaran. Diduga kebakaran akibat faktor alam seperti gesekan kayu kering. Tapi juga tidak menutup kemungkinan akibat ulah manusia yang tidak sengaja membuang api seperti puntung rokok.
Di lokasi kebakaran banyak ilalang kering yang sangat mudah terbakar. Jika ada sumber api sedikit, maka akan menyulut kebakaran hutan.
"Areal yang terbakar banyak ditumbuhi ilalang dan pohon pandan. Tidak ada pohon besar yang menjadi korban kobaran api," ujarnya.
Ia membantah keterangan Plt Sekretaris Propinsi (sekprop) Bengkulu Fauzan Rahim yang menyatakan areal kebakaran mencapai 25 hektare.
" Itu tidak benar.Yang betul 4-5 hektare. Pak Sekprop tidak konfirmasi dulu dengan saya. Saya baru pulang dari lapangan memimpin langsung pemadaman itu," katanya.
Sumber: Berita Pagi-Palembang, Kamis 10 AGUSTUS 2006
Rabu, Juli 19, 2006
Batik Ka Ga Nga
Batik merupakan salah satu tenunan khas Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki motif khas masing-masing.
Di Propinsi Bengkulu, motif khas yang dikenal yaitu motif batik besurek, dimana khas batik ini adalah motif dengan tulisan huruf Arab, tapi tidak berisi kandungan Qur' an.
Sementara di kabupaten Rejang Lebong terdapat motif khas yaitu batik Ka Ga Nga, yaitu motif dengan tulisan asli Rejang Lebong yaitu huruf Ka Ga Nga.
Di Propinsi Bengkulu, motif khas yang dikenal yaitu motif batik besurek, dimana khas batik ini adalah motif dengan tulisan huruf Arab, tapi tidak berisi kandungan Qur' an.
Sementara di kabupaten Rejang Lebong terdapat motif khas yaitu batik Ka Ga Nga, yaitu motif dengan tulisan asli Rejang Lebong yaitu huruf Ka Ga Nga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kawan-kawan
Apakah Kota Curup layak mendapat Piala Adipura?
Emperan Jalan Merdeka Curup
Pematang Danau
Daerah sekitar Danau Bastari

