Kamis, Agustus 10, 2006

BUKIT KABA TERBAKAR

Bukit Kaba Dilalap Si Jago Merah

Kawasan hutan Wisata Alam Bukit Kaba seluas 4-5 hektar di Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu terbakar. Kini api sudah berhasil dipadamkan.
" Kebakaran terjadi sejak Senin (7/8). Api berhasil dipadamkan Rabu (9/8) pukul 06.00," kaka Kepala Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Agung Setyabudi.
Kawasan konservasi hutan wisata alam yang habis dilalap si jago merah berada di puncak Bukit Kaba. Sehinggah petugas BKSDA kesulitan mengendalikan kobaran api tersebut.
Berkat kerja keras tim yang beranggotakan 20 personel BKSDA akhirnya api tersebut berhasil dipadamkan.
"Kita mengerahkan semua peralatan yang ada yakni empat unit pompa, dua kenderaaan pemadam kebakaran dan satu untit kenderaan operasional," kata Agung.
Ia memastikan api telah padam seluruhnya. Sedangkan berdasarkan hasil penyisiran tidak ditemukan ada bara yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
Untuk menjaga agar musibah itu tidak berulang, ia menandaskan, BKSDA menempatkan beberapa personel untuk mengawasi lokasi kebakaran. Diduga kebakaran akibat faktor alam seperti gesekan kayu kering. Tapi juga tidak menutup kemungkinan akibat ulah manusia yang tidak sengaja membuang api seperti puntung rokok.
Di lokasi kebakaran banyak ilalang kering yang sangat mudah terbakar. Jika ada sumber api sedikit, maka akan menyulut kebakaran hutan.
"Areal yang terbakar banyak ditumbuhi ilalang dan pohon pandan. Tidak ada pohon besar yang menjadi korban kobaran api," ujarnya.
Ia membantah keterangan Plt Sekretaris Propinsi (sekprop) Bengkulu Fauzan Rahim yang menyatakan areal kebakaran mencapai 25 hektare.
" Itu tidak benar.Yang betul 4-5 hektare. Pak Sekprop tidak konfirmasi dulu dengan saya. Saya baru pulang dari lapangan memimpin langsung pemadaman itu," katanya.

Sumber: Berita Pagi-Palembang, Kamis 10 AGUSTUS 2006

Rabu, Juli 19, 2006

Batik Ka Ga Nga

Batik merupakan salah satu tenunan khas Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki motif khas masing-masing.
Di Propinsi Bengkulu, motif khas yang dikenal yaitu motif batik besurek, dimana khas batik ini adalah motif dengan tulisan huruf Arab, tapi tidak berisi kandungan Qur' an.
Sementara di kabupaten Rejang Lebong terdapat motif khas yaitu batik Ka Ga Nga, yaitu motif dengan tulisan asli Rejang Lebong yaitu huruf Ka Ga Nga.

Senin, Mei 01, 2006

Panti Asuhan Anak Saleh Curup



Panti Asuhan ini terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang. Terletak 11 km dari kota Curup. Panti asuhan ini menampung 45 orang anak. Merupakan binaan dari DPD Hidayatullah Kabupaten Rejang Lebong.
Komplek panti asuhan ini berada di sekitar perkebunan rakyat. Terdiri dari gubuk-gubuk yang amat sederhana, bahkan jauh dari kesan sederhana, maklum saja dulunya merupakan bekas kandang ayam yang lama tak terurus, yang kemudian dibeli oleh seorang yang mewakafkan kepada yayasan panti asuhan. Tidak ada listrik, tidak ada air PAM. Sehingga anak-anak kesulitan untuk mandi dan belajar di malam hari.
Bangunan permanen yang pertama yang sedang dibagun adalah asrama anak-anak yang dimaksudkan agar anak-anak lebih nyaman tinggal di sini. Baru-baru ini Bupati Rejang Lebong, Suherman berkunjung ke panti asuhan in. Beliau meletakkan batu pertama pembangunan panti asuhan ini.
Anak-anak yang ditampung di panti asuhan ini, bersekolah desa di sekitar panti. Untuk yang sekolah di SMP,bersekolah di SMP Selupu Rejang di Desa Samberejo.
Anak-anak tak bersandal, tidur tak berkasur empuk, kadang-kadang sehari tak mandi karena kehabisan air, malam hanya diterangi lampu templok, mau ke sekolah paling tidak berjalan kaki 3 km dari panti. Diharapkan kepada masyarakat, khususnya warga Rejang Lebong yang berada di RejangLebong maupun berdomisili di luar Rejang Lebong

Kamis, Januari 19, 2006

Air Meles



Air meles, sebuah desa di Kecamatan Selupu Rejang. Nun di kaki Bukit Kaba. Dari Air Meles kita dapat melihat keindahan kota Curup. Di desa ini terdapat pondok pesantren, mungkin satu-satunya pondok pesantren di kabupaten Rejang Lebong. Penduduk air meles hidup dari bertani. Banyak ditemukan industri kecil yaitu pembuatan gula aren.

Rabu, Januari 11, 2006

Penggilingan Padi Hemat Energi


Penggilingan padi yang menggunakan tenaga air ini masih dapat kita jumpai, salah satunya terdapat di Pasar Tengah Curup. Dengan menggunakan sumber air anak sungai Musi ini, untuk menggerakkan kincir air, dapat menghemat pengunaan bahan bakar solar yang biasanya digunakan pada mesin penggilingan padi moderen.
Penggilingan padi ini, sebenarnya bukan hanya dapat menggiling padi, tapi juga dapat membuat tepung beras, tepung beras ketan dan lain-lain.
Penggunaan penggilingan padi yang menggunakan air sungai ini sebagai alternatif dalampenghematan BBM yang semakin mahal.

Musim Duren


Akhir tahun 2005, waktum dimana duren di wilayah Padang Ulak Tanding, Kota Padang sedang banyak berbuah dan tentunya masak. Murah meriah, dengan uang 3000-7000 rupiah kita dapat mencicipi duren dari wilayah Rejang Lebong ini. Di awal tahun 2006 ini, jumlah duren agak berkurang. Bila teman-teman mudik kala ini, masih dapat kita makan duren di sini.

Kawan-kawan

Apakah Kota Curup layak mendapat Piala Adipura?

Emperan Jalan Merdeka Curup

Emperan Jalan Merdeka Curup
Jalan Merdeka adalah jalan utama kota Curup. Berbagai kegiatan dapat kita lihat di jalan ini

Pematang Danau

Pematang Danau
Daerah sekitar Danau Bastari

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor DPRD Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong

Kantor Bupati Rejang Lebong